Translate

Selasa, 16 September 2014

CONTOH MAKALAH

BAB I
PENDAHULUAN

1.1.        Latar Belakang
Perekonomian disusun oleh berbagai pelaku ekonomi yang memiliki peran dan tujuan masing – masing. Mereka adalah produsen, konsumen, lembaga perbankan dan keuangan, badan public dan pemerintah. Mereka memiliki kawasan ekonomi untuk melakukan tindakan ekonomi dan peran ekonomi, seperti pasar, pabrik sepatu, travel, bank, perusahaan pemerintah dan lain sebagainya. walaupun demikian, mereka tetap saling bergantung satu sama lain dan saling mempengaruhi karena mereka adalah satu kesatuan dalam pengaturan ekonomi suatu Negara.
Diantara pelaku ekonomi, pada pembahasan kali ini akan lebih memfokuskan untuk mempelajari konsumen karena secara tidak sadar semua manusia disebut sebagai konsumen. Namun, apa konsumen? Apa peran konsumen? Mengapa semua manusia disebut konsumen? Dan mengapa konsumen ikut berperan penting dalam perekonomian suatu Negara?
Pertanyaan tersebut sangat sederhana. Namun, sebagian besar masyarakat  dan mahasiswa masih ada yang belum bisa menjawab serta mengetahui peran konsumen dalam perekonomian negara secara jelas.
Pada kenyataannya selain definisi konsumen itu sendiri, konsumen memiliki prilaku yang selama ini diamati oleh para peneliti social dan ekonomi. Prilaku – prilaku tersebut yang sangat mempengaruhi perekonomian suatu Negara. Namun, apa saja prilaku tersebut? Dan bagaimana prilaku konsumen tersebut?
Berbagai pertanyaan di atas yang mendasari kelompok kami untuk melakukan analisa masalah dalam bentuk makalah terhadap konsumen dan kosumsi, peran konsumen,  dan prilaku konsumen.









BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

1.    Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, konsumen adalah pemakai barang hasil produksi (bahan pakaian, makanan, dsb) dan pemakai jasa.
2.    Pendapat para ahli mengenai konsumen :
2.1.        Menurut hukum pasal 1 angka 2 UU No. 8 tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen
Konsumen adalah setiap orang pemakai barang dan/ atau jasa yang tersedia dalam masyarakat, baik bagi kepentingan diri sendiri, keluarga, orang lain, maupun makhluk hidup lain dan tidak untuk diperdagangkan.
2.2.        menurut Philip Kotler (2000) dalam bukunya Prinsiples Of Marketing
konsumen adalah semua individu dan rumah tangga yang membeli atau memperoleh barang atau jasa untuk dikonsumsi pribadi.
2.3.        Menurut psikologi konsumen yakni menurut Hawkins dalam bukunya Best & Coney tahun2001 adalah
Lebih menitikberatkan pada prilaku konsumen yakni studi mengenai individu, kelompok atau organisasi dan proses-proses yang dilakukan dalam memilih, menentukan, mendapatkan, menggunakan, dan menghentikan pemakaian produk, jasa, pengalaman, atau ide untuk memuaskan kebutuhan serta dampak proses-proses tersebut terhadap konsumen dan masyarakat.













BAB III
PEMBAHASAN

1.    konsumen adalah orang yang mengkonsumsi barang dan jasa hasil produksi untuk memenuhi kebutuhannya.
2.    Konsumsi adalah suatu kegiatan yang bertujuan mengurangi atau menghabiskan nilai guna suatubarang dan jasa dalam rangka untuk memenuhi kebutuhan hidup.
3.    Fungsi konsumen adalah
a.    Memakai barang atau jasa yang telah diproduksi
Yakni dengan memakai barang atau jasa yang telah diproduksi oleh produsen, konsumen akan memperoleh keuntungan dan kepuasan atas barang atau jasa yang telah digunakan. Begitu pula dengan produsen yang akan memperoleh laba.
b.    Membeli barang atau jasa yang telah diproduksi
Membeli adalah kegiatan membelanjakan sebagian atau keseluruhan pendapatan seseorang untuk ditukarkan dengan barang atau jasa sesuai dengan keinginannya. Konsumen akan memperoleh kepuasan sedangkan produsen akan memperoleh laba untuk menggembangkan usahanya.
4.    Ciri – ciri barang kosumsi adalah :
a.    Barang konsumsi untuk mempeorlehnya diperlukan pengorbanan (barang ekonomi)
b.    Barang konsumsi dikerjakan untuk memenuhi kebutuhan hidup manusia.
c.    Manfaat nilai atau jumlah barang yang digunakan tersebut akan habis sekaligus atau berangsur-angsur.
5.    Benda atau barang konsumsi dapat dibedakan sebagai berikut :
a.    Barang yang habis dalam sekali pemakaian, misalnya makanan, minuman, dan obat-obatan.
b.    Barang yang pemakaiannya berulang-ulang atau dalam waktu relative lama, misalnya pakaian, sepatu, dan tas.
6.    Manfaat dan nilai suatu barang dan jasa
Barang dan jasa mempunyai nilai guna atau manfaat apabila dikonsumsi untuk memenuhi kebutuhan manusia .
a.    Nilai pakai, yaitu kemampuan suatu barang untuk dipakai dalam memenuhi kebutuhan manusia.
Nilai pakai dapat dibedakan sebagai berikut.
1). Nilai pakai subjektif, yaitu nilai yang diberikan oleh seseorang terhadap suatu barang karena barang tersebut dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan sendiri. Misalnya cangkul bagi petani, gergaji bagi tukang kayu.
2). Nilai pakai objektif, yaitu kemampuan suatu barang secara umum untuk dipakai dalam memenuhi kebutuhan manusia, misal : pakaian, rumah, dan sepeda.
b.    Nilai tukar yaitu kemampuan suatu barang untuk dapat ditukarkan dengan barang atau jasa lain.
Nilai tukar dapat dibedakan antara lain sebagai berikut.
1). Nilai tukar subjetif, yaitu nilai tukar suatu barang menurut sudut pandang pemiliknya, misal beras ditukar dengan apel.
2). Nilai tukar objektif, yaitu nilai tukar suatu barang yang berlaku secara umum berdasarkan barnag itu sendiri, misal sepeda motor dan televisi.
7.    Teori Prilaku Konsumen
Setiap hari kita melakukan pemilihan atau menentukan skala prioritas karena kebutuhan tak terbatas, sedangkan sumber daya yang tersedia sangat terbatas. Konsep pemilihan ini merupakan perilaku mendasar dari konsumen. Konsep dasar perilaku konsumen menyatakan bahwa konsumen selalu berusaha untuk mencapai utilitas (utility) maksimal dalam pemakaian barang yang dikonsumsinya. Kegunaan (utility) adalah derajat seberapa besar sebuah barang atau jasa dapat memuaskan kebutuhan seseorang. Kegunaan atau nilai guna suatu barang dapat didasarkan dalam hal berikut ini :
a.    Nilai guna total (total utility) adlaah kepuasan total yang dinikmati oleh konsumen dalam mengonsumsi sejumlah barang atau jasa tertentu secara keseluruhan.
b.    Nilai guna maksimal (marginal utility) adlaah tambahan kepuasan yang dinikmati oleh konsumen dari setiap tambahan barang atau jasa yang dikonsumsinya.
c.    Nilai guna yang semakin menurun (diminishing return) atau pemenuhan secara vertical yaitu nilai guna yang diperoleh konsumen untuk setiap tambah konsumsi yang dilakukan pada mulanya meningkat, tetapi sampai pada titik tertentu akan mengalami penurunan. Menurut Herman Henrich Gossen (1818-1859) Ekonomi jerman yang dikenal dengan hukum Gossen I (Hukum kegunaann marginal yang menurun) yang berbunyi : jika pemenuhan kebutuhan akan satu jenis barang dilakukan secara terus – menerus, maka rasa nikmatnya mula – mula akan tinggi, namun semakin lama kenikmatan tersebut semakin menurun sampai akhir mencapai batas jenuh.
d.    Nilai guna yang sama atau pemenuhan secara horizontal dikenal dengan Hukum Gossen II yang menyatakan bahwa konsumen akan melakukan konsumsi sedemikian rupa sehingga nilai guna marginal setiap barang dan jasa yang dikonsumsi akan sama, artinya unit terakhir dari masing-masing produk yang dikonsumsi memiliki nilai sama.
8.    Faktor – faktor yang mempengaruhi konsumsi :
a.    Pendapatan
Semakin besar pendapatan maka jumlah konsumsi cenderung semakin besar.
b.    Harga barang atau jasa
Semakin tinggi harga barang atau jasa maka semakin sedikit konsumen yang membeli dan mengunakannya. Hal ini berkaitan dengan hukum permintaan. Semakin tinggi harga suatu barang atau jasa maka semakin rendah permintaan akan barang dan jasa tersebut, begitu juga sebaliknya semakin rendah harga barang atau jasa maka permintaan akan barang atau jasa tersebut tinggi.
c.    Kebiasaan konsumen
Apabila konsumen memiliki kebiasaan untuk berhemat maka konsumen tersebut hanya akan membeli barang atau jasa yang ia butuhkan sehingga konsumsi barang atau jasanya rendah.
d.    Adat
Masyarakat Indonesia terdiri atas keanekaragaman suku dan budaya sehingga memiliki adat yang berbeda – beda dan kosumsi barang – barang yang digunakan untuk adatnya pula akan berbeda – beda tergantung adat dari suatu masyarakat itu sendiri.
e.    Selera Konsumen
Setiap konsumen memiliki selera yang berbeda – beda tergantung dari keinginan mereka sehingga kosumsi barang atau jasa akan berbeda – beda dan tingkat kepuasan konsumen pula akan berbeda.
9.    Semua manusia disebut sebagai konsumen karena meraka melakukan tindakan konsumsi yang merupakan tugas konsumen. Manusia selalu menguranggi, menghabiskan, mengkonsumsi, dan mmembeli barang atau jasa yang dibutuhkan. Manusia selalu memiliki kebutuhan dan untuk memenuhi kebutuhan tersebut manusia harus melakukan tindakan konsumsi.
10.  Peran konsumen dalam perekonomian adalah sebagai penguna dan pemakai barang atau jasa yang telah diproduksi oleh produsen. Produsen akan memperoleh laba atas barang atau jasa yang dibeli dan digunakan oleh konsumen untuk mengembangkan usahanya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

aritmatika

mtk

gaya lorents

sistem2 saraf

genetika

saraf neouron

genetika