BAB I
PENDAHULUAN
1.1.
Latar Belakang
Perekonomian disusun oleh berbagai pelaku ekonomi yang memiliki
peran dan tujuan masing – masing. Mereka adalah produsen, konsumen, lembaga
perbankan dan keuangan, badan public dan pemerintah. Mereka memiliki kawasan
ekonomi untuk melakukan tindakan ekonomi dan peran ekonomi, seperti pasar,
pabrik sepatu, travel, bank, perusahaan pemerintah dan lain sebagainya.
walaupun demikian, mereka tetap saling bergantung satu sama lain dan saling
mempengaruhi karena mereka adalah satu kesatuan dalam pengaturan ekonomi suatu
Negara.
Diantara pelaku ekonomi, pada pembahasan kali ini akan lebih
memfokuskan untuk mempelajari konsumen karena secara tidak sadar semua manusia
disebut sebagai konsumen. Namun, apa konsumen? Apa peran konsumen? Mengapa semua
manusia disebut konsumen? Dan mengapa konsumen ikut berperan penting dalam
perekonomian suatu Negara?
Pertanyaan tersebut sangat sederhana. Namun, sebagian besar
masyarakat dan mahasiswa masih ada yang
belum bisa menjawab serta mengetahui peran konsumen dalam perekonomian negara
secara jelas.
Pada kenyataannya selain definisi konsumen itu sendiri, konsumen
memiliki prilaku yang selama ini diamati oleh para peneliti social dan ekonomi.
Prilaku – prilaku tersebut yang sangat mempengaruhi perekonomian suatu Negara.
Namun, apa saja prilaku tersebut? Dan bagaimana prilaku konsumen tersebut?
Berbagai pertanyaan di atas yang mendasari kelompok kami untuk
melakukan analisa masalah dalam bentuk makalah terhadap konsumen dan kosumsi,
peran konsumen, dan prilaku konsumen.
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
1.
Menurut Kamus Besar
Bahasa Indonesia, konsumen adalah pemakai barang hasil produksi (bahan pakaian,
makanan, dsb) dan pemakai jasa.
2.
Pendapat para ahli
mengenai konsumen :
2.1.
Menurut hukum pasal
1 angka 2 UU No. 8 tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen
Konsumen adalah setiap orang pemakai
barang dan/ atau jasa yang tersedia dalam masyarakat, baik bagi kepentingan
diri sendiri, keluarga, orang lain, maupun makhluk hidup lain dan tidak untuk
diperdagangkan.
2.2.
menurut Philip
Kotler (2000) dalam bukunya Prinsiples Of Marketing
konsumen adalah semua individu dan rumah
tangga yang membeli atau memperoleh barang atau jasa untuk dikonsumsi pribadi.
2.3.
Menurut psikologi
konsumen yakni menurut Hawkins dalam bukunya Best & Coney tahun2001
adalah
Lebih menitikberatkan pada prilaku
konsumen yakni studi mengenai individu, kelompok atau organisasi dan
proses-proses yang dilakukan dalam memilih, menentukan, mendapatkan,
menggunakan, dan menghentikan pemakaian produk, jasa, pengalaman, atau ide
untuk memuaskan kebutuhan serta dampak proses-proses tersebut terhadap konsumen
dan masyarakat.
BAB III
PEMBAHASAN
1. konsumen adalah orang yang mengkonsumsi barang
dan jasa hasil produksi untuk memenuhi kebutuhannya.
2.
Konsumsi adalah
suatu kegiatan yang bertujuan mengurangi atau menghabiskan nilai guna
suatubarang dan jasa dalam rangka untuk memenuhi kebutuhan hidup.
3.
Fungsi konsumen
adalah
a.
Memakai barang atau
jasa yang telah diproduksi
Yakni dengan memakai barang atau jasa
yang telah diproduksi oleh produsen, konsumen akan memperoleh keuntungan dan
kepuasan atas barang atau jasa yang telah digunakan. Begitu pula dengan
produsen yang akan memperoleh laba.
b.
Membeli barang atau
jasa yang telah diproduksi
Membeli adalah kegiatan membelanjakan
sebagian atau keseluruhan pendapatan seseorang untuk ditukarkan dengan barang
atau jasa sesuai dengan keinginannya. Konsumen akan memperoleh kepuasan
sedangkan produsen akan memperoleh laba untuk menggembangkan usahanya.
4.
Ciri – ciri barang
kosumsi adalah :
a.
Barang konsumsi
untuk mempeorlehnya diperlukan pengorbanan (barang ekonomi)
b.
Barang konsumsi
dikerjakan untuk memenuhi kebutuhan hidup manusia.
c.
Manfaat nilai atau
jumlah barang yang digunakan tersebut akan habis sekaligus atau
berangsur-angsur.
5.
Benda atau barang
konsumsi dapat dibedakan sebagai berikut :
a.
Barang yang habis
dalam sekali pemakaian, misalnya makanan, minuman, dan obat-obatan.
b.
Barang yang
pemakaiannya berulang-ulang atau dalam waktu relative lama, misalnya pakaian,
sepatu, dan tas.
6.
Manfaat dan nilai
suatu barang dan jasa
Barang dan jasa mempunyai nilai guna atau manfaat apabila
dikonsumsi untuk memenuhi kebutuhan manusia .
a.
Nilai pakai, yaitu
kemampuan suatu barang untuk dipakai dalam memenuhi kebutuhan manusia.
Nilai pakai dapat dibedakan sebagai berikut.
1). Nilai pakai subjektif, yaitu nilai yang diberikan oleh seseorang terhadap suatu barang karena barang tersebut dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan sendiri. Misalnya cangkul bagi petani, gergaji bagi tukang kayu.
2). Nilai pakai objektif, yaitu kemampuan suatu barang secara umum untuk dipakai dalam memenuhi kebutuhan manusia, misal : pakaian, rumah, dan sepeda.
Nilai pakai dapat dibedakan sebagai berikut.
1). Nilai pakai subjektif, yaitu nilai yang diberikan oleh seseorang terhadap suatu barang karena barang tersebut dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan sendiri. Misalnya cangkul bagi petani, gergaji bagi tukang kayu.
2). Nilai pakai objektif, yaitu kemampuan suatu barang secara umum untuk dipakai dalam memenuhi kebutuhan manusia, misal : pakaian, rumah, dan sepeda.
b.
Nilai tukar yaitu
kemampuan suatu barang untuk dapat ditukarkan dengan barang atau jasa lain.
Nilai tukar dapat dibedakan antara lain sebagai berikut.
1). Nilai tukar subjetif, yaitu nilai tukar suatu barang menurut sudut pandang pemiliknya, misal beras ditukar dengan apel.
2). Nilai tukar objektif, yaitu nilai tukar suatu barang yang berlaku secara umum berdasarkan barnag itu sendiri, misal sepeda motor dan televisi.
Nilai tukar dapat dibedakan antara lain sebagai berikut.
1). Nilai tukar subjetif, yaitu nilai tukar suatu barang menurut sudut pandang pemiliknya, misal beras ditukar dengan apel.
2). Nilai tukar objektif, yaitu nilai tukar suatu barang yang berlaku secara umum berdasarkan barnag itu sendiri, misal sepeda motor dan televisi.
7.
Teori Prilaku
Konsumen
Setiap hari kita melakukan pemilihan atau menentukan skala
prioritas karena kebutuhan tak terbatas, sedangkan sumber daya yang tersedia
sangat terbatas. Konsep pemilihan ini merupakan perilaku mendasar dari
konsumen. Konsep dasar perilaku konsumen menyatakan bahwa konsumen selalu
berusaha untuk mencapai utilitas (utility) maksimal dalam pemakaian barang yang
dikonsumsinya. Kegunaan (utility) adalah derajat seberapa besar sebuah barang
atau jasa dapat memuaskan kebutuhan seseorang. Kegunaan atau nilai guna suatu
barang dapat didasarkan dalam hal berikut ini :
a. Nilai guna total (total utility) adlaah kepuasan total yang
dinikmati oleh konsumen dalam mengonsumsi sejumlah barang atau jasa tertentu
secara keseluruhan.
b. Nilai guna maksimal (marginal utility) adlaah tambahan kepuasan
yang dinikmati oleh konsumen dari setiap tambahan barang atau jasa yang
dikonsumsinya.
c. Nilai guna yang semakin menurun (diminishing return) atau pemenuhan
secara vertical yaitu nilai guna yang diperoleh konsumen untuk setiap tambah
konsumsi yang dilakukan pada mulanya meningkat, tetapi sampai pada titik
tertentu akan mengalami penurunan. Menurut Herman Henrich Gossen (1818-1859) Ekonomi
jerman yang dikenal dengan hukum Gossen I (Hukum kegunaann marginal yang
menurun) yang berbunyi : jika pemenuhan kebutuhan akan satu jenis barang
dilakukan secara terus – menerus, maka rasa nikmatnya mula – mula akan tinggi,
namun semakin lama kenikmatan tersebut semakin menurun sampai akhir mencapai
batas jenuh.
d. Nilai guna yang sama atau pemenuhan secara horizontal dikenal
dengan Hukum Gossen II yang menyatakan bahwa konsumen akan melakukan konsumsi
sedemikian rupa sehingga nilai guna marginal setiap barang dan jasa yang
dikonsumsi akan sama, artinya unit terakhir dari masing-masing produk yang
dikonsumsi memiliki nilai sama.
8. Faktor – faktor yang mempengaruhi konsumsi :
a. Pendapatan
Semakin besar pendapatan maka jumlah konsumsi cenderung semakin
besar.
b. Harga barang atau jasa
Semakin tinggi harga barang atau jasa maka semakin sedikit konsumen
yang membeli dan mengunakannya. Hal ini berkaitan dengan hukum permintaan.
Semakin tinggi harga suatu barang atau jasa maka semakin rendah permintaan akan
barang dan jasa tersebut, begitu juga sebaliknya semakin rendah harga barang
atau jasa maka permintaan akan barang atau jasa tersebut tinggi.
c. Kebiasaan konsumen
Apabila konsumen memiliki kebiasaan untuk berhemat maka konsumen
tersebut hanya akan membeli barang atau jasa yang ia butuhkan sehingga konsumsi
barang atau jasanya rendah.
d. Adat
Masyarakat Indonesia terdiri atas keanekaragaman suku dan budaya
sehingga memiliki adat yang berbeda – beda dan kosumsi barang – barang yang
digunakan untuk adatnya pula akan berbeda – beda tergantung adat dari suatu
masyarakat itu sendiri.
e. Selera Konsumen
Setiap konsumen memiliki selera yang berbeda – beda tergantung dari
keinginan mereka sehingga kosumsi barang atau jasa akan berbeda – beda dan
tingkat kepuasan konsumen pula akan berbeda.
9. Semua manusia disebut sebagai konsumen karena meraka melakukan
tindakan konsumsi yang merupakan tugas konsumen. Manusia selalu menguranggi,
menghabiskan, mengkonsumsi, dan mmembeli barang atau jasa yang dibutuhkan.
Manusia selalu memiliki kebutuhan dan untuk memenuhi kebutuhan tersebut manusia
harus melakukan tindakan konsumsi.
10. Peran konsumen dalam perekonomian adalah sebagai penguna dan
pemakai barang atau jasa yang telah diproduksi oleh produsen. Produsen akan
memperoleh laba atas barang atau jasa yang dibeli dan digunakan oleh konsumen
untuk mengembangkan usahanya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar